husband

Ruang Rindu

08:10

Ini adalah tulisan pertama saya di blog ini, yupp I'm the "husband" yang ditulis pada tulisan sebelumnya.

Saya teringat beberapa waktu lalu seorang guru saya pernah bercerita tentang kisah cinta rumah tangganya. Ia mengawali perkenalan dengan sang istri yang ternyata adalah adik dari guru ngajinya melalui proses yang singkat, kalau sekarang lebih tenar disebut "ta'aruf".

Singkat cerita, merekapun menikah. Di awal pernikahan, ia menyebutkan bahwa perasaan pada sang istri biasa-biasa saja. Mungkin karena mereka hanya sekedar kenal sebelum memutuskan menikah. Namun semakin lama berumah tangga justru perasaan sayang dan cinta itu semkin besar.

Guru saya menambahkan, di usia pernikahannya yang sudah belasan tahun dan dikaruniai anak tiga justru perasaan itu semakin kuat. Sehari saja tidak bertemu rasa rindu sudah terasa menyiksa batin (redaksi aslinya tidak seperti ini :p). Jadi apabila beliau ditugaskan ke luar kota, perasaan rindu itu muncul. Hal yang tak ditemuinya di awal menikah.

Nah itu juga yang saya alami sekarang. Ketika istri ada banyak jadwal kuliah pasca sarjananya seperti beberapa bulan belakangan dan kami mesti berpisah, saya jadi sering tak nafsu makan. Rasa rindu justru semakin kuat di usia pernikahan kami saat ini.

Pengalaman saya dan guru saya ini, saya yakin juga terjadi di banyak pasangan lain. Sekian lama bersama justru semakin cinta. Tinggal bagaimana kita bisa merawatnya seiring berjalannya waktu. Saya yakin kunci utamanya adalah bagaimana suami dan istri menjaga kecintaan mereka kepada Allah, dan Allah jugalah yang akan merawat cinta mereka berdua.

Tulisan ini untuk istriku yang telah setia dan sabar menjalani bahtera rumah tangga bersama-sama. Semoga Allah jaga cinta kita sampai maut memisahkan. Aamiin

You Might Also Like

1 comments