about us

Rezeki Keluarga Selalu Seratus Persen

21:00

Sekedar berbagi pengalaman pribadi. Sama sekali bukan buat membandingkan antara wanita yang memilih bekarir dengan yang tidak, apalagi nyinyirin wanita yang berkarir. Because my mother is a career woman, fyi, so why should I nyinyir on this matter :) 

Sebelum menikah, sejak tamat SMP sampai dgn sebulan sebelum resmi menjadi istri, saya masih berpenghasilan tiap bulan, dari mengajar dan siaran. Setelah menikah, saya pindah ikut bang aci ke Sekadau, dan memutuskan untuk tidak menerima semua tawaran mengajar dari beberapa sekolah kecuali 1 tawaran mengajar hari ahad di Universitas Terbuka Sekadau. Salah 1 alasannya: belum nemu passionnya, belum dapat chemistry sama sekali untuk menjalani rutinitas senin - sabtu. 

Banyak orang terheran-heran dan menyayangkan keputusan saya, menganggap ilmu saya tidak berguna karena tidak diaplikasikan, menganggap saya tidak melakukan apapun dengan S.Pd saya and so blabla. Alhamdulillah sampai sekarang saya bukan tipikal manusia yang hidup untuk 'menuruti' pendapat mereka yang begitu 'care' sama saya :p Lagipula, they don't know me personally, and they just don't know what I + my husband plan, so I really think I shouldn't take it personal. Nor I need to explain anything to them :D

Dan tulisan pada gambar di atas itu memang benar adanya. Meski tak pernah lagi terima gaji dari manapun, Allah memberikan rezeki berbentuk materi buat saya melalui bang aci, suami saya, sehingga Alhamdulillah hingga jelang tahun ke empat pernikahan kami, kami senantiasa merasa cukup. Dicukupkan Allah. Alhamdulillah. 

Jatah rezeki memang akan selalu 100% selagi kita kerahkan ikhtiar maksimal untuk menjemputnya. Sampai dengan hari ini, bang aci hanya meminta ikhtiar agar saya terus berdoa supaya rezeki untuk kami melimpah, halal, dan berkah. Jika ke depan rupanya saya ingin *atau harus* bekerja, bang aci mempersilakan, dengan syarat saya tidak mengeluhkan apapun dari pekerjaan itu. Ringan di lidah berat di langkah, karena tabiatnya manusia adalah mengeluh. So, let's see :) 

Anyway, apapun ikhtiar kita dalam menjemput rezeki, mari usahakan agar kita tidak merasa hebat dengan profesi yang kita lakoni. Apalagi sampai meremehkan profesi lain. Saling ingatkan ya kita :D

You Might Also Like

1 comments

  1. Catatan penting:

    "apapun ikhtiar kita dalam menjemput rezeki, mari usahakan agar kita tidak merasa hebat dengan profesi yang kita lakoni. Apalagi sampai meremehkan profesi lain."

    Betul Mbak. Banyak orang, kadang mentang-mentang kaya, atau pekerjaannya lebih parlente, seringkali meremehkan profesi lain.

    Semoga Mbak Dini dan Mas Aci senantiasa diberi rezeki yang halal serta barokah. Nggak perlu memusingkan omongan orang. Lagian, yang menjalani kehidupan juga bukan mereka kok. Hehehe... salam kenal, Mbak Dini dan Mas Aci. :)

    ReplyDelete