article

"Aku Maunya Dokter, Mbak"

22:56


Islamedia - Disuatu pagi menjelang siang, terjadi percakapan serius antara murobbiyyah dengan binaannya. Sengaja binaannya ini pulang liqo belakangan tidak bareng bersamaan dengan saudara-saudaranya yang lain. ketika suasana sudah dirasa kondusif, hanya ada mereka berdua, perbincangan pun dimulai.

"Ada apa ukhti, apa sudah mendapatkan keputusan?"
"hmmm..."dengan sedikit tegang dan menarik nafas panjang, akhwat itu pun mulai bicara perlahan..
"afwan mbak, biodata ini ana kembalikan lagi ke mbak"
"kenapa? masih sama alasan ukhty seperti yang lalu - lalu?"
"benar mbak...afwan sekali lagi ana sampaikan, kalo ana hanya ingin melanjutkan proses jika ikhwan tersebut seorang dokter"

Begitulah yang disampaikan seorang akhwat kepada murobbiyahnya. akhwat ini memang seorang yang memiliki fisik diatas rata-rata. wajahnya menarik dan bersih. suaranya lembut dan selalu rapih penampilannya. tak sedikit yang mencuri pandang dengan akhwat yang satu ini. memiliki akhwat ini adalah sebuah kebanggaan tersendiri. akhwat juga seorang aktivis dakwah yang memiliki jam terbang tinggi, alhasil, banyak orang yang mengenalnya dengan baik. tak terkecuali para ikhwan, para Murobbi pun kenal betul dengan aktivis yang satu ini. maka menjodohkan akhwat ini dengan binaannya yang belum menikah pun menjadi harapan tersendiri.

"afwan menurut ane tugas dokter itu sangat mulia mbak, membantu orang banyak dari berbagai status sosial. itulah yang menjadi alasan ane, kenapa ane hanya mau sama dokter, karena manfaat profesi ini begitu besar. jadi alangkah baiknya jika ana bisa membantunya"

sekian kali akhwat tersebut menolak tawaran ikhwan yang datang. dan ini adaah biodata kelima belas yang ditolaknya. padahal diantara ikhwan yang sempat datang, memiliki profesi tak kalah mulia dari seorang dokter. misalnya, ada yang sebagai guru SDIT, ada seorang insinyur, seorang design grafis, seorang manager diperusahaan swasta, ada juga seorang PNS, bahkan ada pula seorang pengusaha muda yang sukses. Tapi semua tawaran itu kandas. Ditolak karena mereka bukan seorang dokter.

Beberapa waktu berselang. Akhwat ini mendapat berita yang menyesakkan dada. Teman satu halaqohnya menikah dengan seorang dokter. padahal temannya itu sama sekali tidak mengharapkan seorang dokter seperti dia. Betapa teganya sang Murobbiyah! Tawaran itu mengapa tidak diberikan kepadanya. Begitu ditanya Redaksi, sang Murobbiyah hanya menjawab "Ya, ikhwan dokter itu tidak mau sama dia. Malah pilih temannya itu." Akhwat itu mungkin lupa bahwa pernikahan adalah keputusan dua orang. Kasihan, punduk merindukan dokter!

Sumber : Al-Izzah | Via Islamedia

You Might Also Like

2 comments

  1. berkeinginan tidak dilarang, asal jangan sampai keinginan itu menjadi harga mati yang tak bisa ditawar. harusnya akhwat itu menyadari...tak semua keinginan kita di kabulkan Allah...cerita penuh makna din...

    ReplyDelete
  2. benar kak, dini juga dulu ingin nikah same ikhwan yang lihai design hehehe.. alhamdulillah wish granted :')

    ReplyDelete