husband

Teladan Rasulullah untuk Para Suami

09:30


خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ، وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي


Sebaik-baik kamu adalah orang yang terbaik buat kelauarganya, dan Aku adalah orang terbaik diantara kamu kepada keluargaku. (HR. Tirmidzi)


Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam adalah suri tauladan bagi manusia. Semua seluk beluk kehidupan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam memancarkan sinar ilahi yang menjadi acuan bagi umatnya dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Disamping Allah SWT menuntun Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam dengan wahyu al-Quran, Allah menjadikan semua perilaku dan tasharrufat Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam itu sebagai wahyu yang teraplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kehidupan sehari-hari Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam memainkan semua peran kemanusian. Baginda adalah seorang suami yang mempunyai beberapa orang istri dan pendamping hidup. Sebagaimana juga Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam dalah seorang ayah dari putra-putri baginda. Dan dalam scoop kenagaraan, Baginda adalah pemimpin dan kepala Negara yang bertugas mengatur rakyatnya dengan hukum-hukum yang datang dari Allah Swt. Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam juga seorang Murabbi dan Muwajjih yang menjadi pelita bagi masyarakat luas.

Hadits ini adalah panduan bagaimana seorang suami dalam menggauli istri mereka dengan baik. Ianya merupakan panduan umum bagi seorang suami bagaimana berbuat dan menggauli para istri. Berbuat baik kepada istri mencakupi semua aspek, baik perlakuan, muamalah, perkataan, dll. Selain Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam menyuruh kaum lelaki agar berbuat baik kepada istri-istri mereka, Rasulullah menegaskan terlebih dahulu bahwa Baginda adalah orang terbaik dalam menggauli istri-istrinya.

Menggauli istri dengan baik bisa berupa dengan menggunakan kata yang lemah lembut dengan mereka, memanggil mereka dengan nama kesenangan yang disukai oleh istri, memberikan pendidikan dan tuntunan agama dalam kehidupan sehari-hari, dan bentuk-bentuk lainya agar seorang istri merasakan bahwa dia dihormati dalam pergaulan rumah tangga. Diantara hadist Rasululllah lainya yang berkaitan erat dengan menggauli istri dengan baik adalah bahawa Baginda memberikan sebuah perumpamaan bahwa seorang wanita itu adalah ibarat tulang rusuk yang bengkok. Jika kaum lelaki ingin meluruskan tulang itu dengan paksaan dan kekerasan maka patah lah tulang tersebut. Akan tetapi Baginda memberikan tuntunan agar kaum lelaki meluruskan tulang rusuk yang bengkok itu dengan lemah-lembut tanpa merusaknya.

Hakikat ini sangat sesuai sekali dengan psikologi wanita yang suka dengan kelembutan dan benci dengan kekerasan. Sifat semula jadi (sesuai fitrah) ini tumbuh dan pada wanita karena mereka memang diciptakan untuk hal-hal yang lembut dan lunak. Tugas mereka dalam rumah tangga misalnya adalah merawat anak-anak dan menjaga kehormatan suami di rumahnya. Sedangkan kaum lelaki dalam sifat semula jadi diciptakan untuk berusaha, mencari nafkah, membiayai kehidupan orang yang berada dibawah tanggungan nya, dll. 

Sebagai pengajaran bagi hamba mukmin agar bersifat baik dan lemah lembut kepada istrinya adalah bahwa sifat lemah lembut adalah diantara nama Allah Subhanahu wa ta'ala. Dialah zat yang maha lembut dan maha mengetahui. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ كَانَ لَطِيفًا خَبِيرًا

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta'ala maha lembut lagi maha mengetahui.

Kebaikan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam kepada para istrinya adalah bahwa baginda selalu menziarahi semua istri nya setiap hari, dan baginda tidak membeda-bedakan mereka dalam interaksi. Bahkan kelembutan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam sampai pada sebuah cinta dan kemesraan dengan istrinya, terkadang dia mandi bersama istrinya dan bercengkrama dengan istrinya dengan kata-kata yang lembut. Untuk melihat lebih jelas bagaimana kemesraan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam dengan istrinya, marilah kita semak sebuah riwayat yang diceritakan oleh salah seorang Ummahatul Mukminin (panggilan untuk istri-istri Rasulullah) berkata:

كُنْتُ أَغْتَسِلُ أَنَا وَرَسُوْلُ اللهِ صَلًّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ إِنَاءٍ بَيْنِي وَبَيْنَهُ وَاحِدٌ، فَيُبَادِرُنِي حَتَّى أَقُوْلَ: دَعْ لِي، دَعْ لِي 

Aku mandi dengan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam dari satu baldi (ember), lantas Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam mendahuluiku menimba air, sehingga akupun berkata: Sisakan air untuk ku, sisakan!.

Sungguh mesra dan indahnya rumah tangga Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam  penuh tawa dan cinta. Dalam tulisan singkat ini marilah kita para suami berusaha hal yang terbaik bagi istri kita. Karena kalau kita berfikir sejenak, sungguh tidak masuk akal adanya jika seorang suami berlaku kasar tanpa sebab kepada istrinya, karena siapakah yang menyiapkan makanan suami selama ini? Kepada siapa seorang suami menunaikan hajat nafsu dan birahinya melainkan pada istrinya. Wallahu ta`ala a`lam.

You Might Also Like

0 comments