husband

Cinta Sampai Tua, Cinta Masa Tua

12:54


SUATU malam, saya dan suami lagi dinner nasi goreng dan mi tiaw goreng di sebuah restoran kaki lima favorit kami berdua. Duduk tidak jauh dari meja kami adalah sepasang kakek-nenek renta keturunan Tionghoa -- yang saya yakin merupakan pasangan suami-istri -- yang sedang menikmati menu pecel.

Awalnya saya sama sekali tidak menyadari kehadiran pasangan kakek-nenek tersebut, karena terlalu sibuk dengan mi tiaw saya :p Saya mulai memperhatikan mereka sewaktu suami saya tiba-tiba melontarkan sebuah pertanyaan yang sampai sekarang terkadang masih membuat saya terngiang-ngiang, kira-kira begini: "Umur segitu, apa ya, yang diobrolin?"

Mau tidak mau, saya jadi bertanya-tanya: Masih banyakkah topik untuk diperbincangkan oleh sepasang suami-istri manula? Akan tetap adakah romansa dalam hubungan kami kelak saat semakin menua? Will there still be hugs and kisses and the words "I love you"? Will there still be butterflies in my husband's stomach when he sees his wife covered with wrinkles and vice versa?

Sejauh dari apa yang pernah saya dengar, lihat, dan/atau baca, hubungan pasangan kakek-nenek bisa terasa minim harapan akan cinta, bisa juga penuh harapan positif. Misalnya, ada yang bilang bahwa konon rasa cinta tak akan ada lagi dalam pernikahan usia senja, melainkan akan digantikan oleh 'hanya' rasa respect dan thankfulness karena pasangan masih mau menemani kita hingga tua. Ada juga yang bilang kalau hubungan suami-istri usia lanjut 'hanya' akan terasa seperti pertemanan.

Tapi dari kisah nyata Pak Habibie dan Ibu Ainun, rasanya kita masih bisa membuat harapan positif akan kehidupan pernikahan yang tetap penuh cinta hingga di usia pernikahan yang hampir 50 tahun. Ataupun seperti kisah Carl dan Ellie dalam film animasi Up yang hidup tua dengan bahagia meski tanpa keturunan.

Ada juga pasangan lansia yang masih menambah intimasi di antara mereka dengan pergi berlibur berdua saja. Atau ada pula yang -- walaupun belum mencapai usia senja -- menikah ulang hingga berkali-kali demi melanggengkan kehidupan pernikahan mereka. Atau Pak Felix (peserta Indonesian Idol dan X-Factor Indonesia berusia lanjut) yang pernah memberikan nasehat kelanggengan rumah tangga: never extend any errors.

Jadi sepertinya masih ada jawaban "ya" untuk segala pertanyaan yang membuat saya wondering di paragraf awal... selama masing-masing suami dan istri mau mengusahakannya. You automatically wish to love your spouse until death do you part, don't you?

Bagaimana dengan Anda? Seperti apakah cinta masa tua dalam visualisasi Anda?

"Any couple that has been together for more than five years will tell you that the romantic intensity at the beginning of a relationship fades or eases off as the real work of building relationships begins. But real love -- if it's there in the first place -- I can attest, becomes stronger despite and through the hard work as the years wear on. And with love comes space and respect." -- Devi Asmarani, "Settling Down", The Jakarta Post WEEKENDER, September 2009

Written By Diar Adhihafsari

Tulisan ini dicopas di sini dengan izin dari Kak Diar ^^

Saya juga ikut ngasih komentar:
Waktu nonton film Up, dini nangisss loh kak, padahal itu film animasi kan.. mang dasar perempuan sanguinis melankolis hihihi..

Dini berharap sama seperti harapan2 pasangan suami istri lain kak, bisa tetap romantisss sampai akhir hayat.. seperti kisah cinta Baginda Rasulullah dengan Bunda Siti Khadijah, seawet cinta Habibie kepada Ainun :')

"Marriage is not a noun, it's a verb. It isn't something you get. It's something you do. It's the way you love your partner everyday." (Barbara de Angelis)

Nah, kayak gitu kak harapannye, tetap saling cintaaa sampe akhirat, entah seperti apapun obrolan ketika tua nanti.. aamiin.

Well then. Demikianlah harapan kami :)

You Might Also Like

4 comments

  1. haha ternyata bukan kamek j yg nangis kalo nonton UP. Itu film berulang2 ditonton masih gak ngefek ke hati hiks :D

    intinye seimbang lah ye, kalo cuman 1 pihak yg usaha susah gak kan..
    hiks :D

    ReplyDelete
  2. naaah, exactly true mudrica! kalo cuman 1 pihak yg usaha itu namenye kena PHP mud :p

    iye muud, film UP itu sungguh mengeluarkan sisi melankolis dari dalam diri hiks hiks

    ReplyDelete
  3. janganlah sampai gitu ye miss.. oiye, ade dpt quote nih :
    Sebuah hubungan yang dibiarkan tumbuh tanpa keteraturan akan menjadi hantu yang tidak menjejak bumi, dan alasan cinta yang tadinya diagungkan berubah menjadi utang moral, investasi waktu, perasaan, serta perdagangan kalkulatif antara dua pihak – Dewi Lestari


    Hehe, dengarkan OSTnye yg Michael Giacchino - Married Life jak udah nyess..
    padahal cuman instrumental :))

    ReplyDelete
  4. duh, amit2... that's why saat mencinta itu, baiknya yg normal2 dan wajar2 saja.. daripada nanti malah jadi perdagangan kayak kate Dee kan hihi..

    oh ya? miss blm pernah dengar mud, bolehlah nanti dicari :)

    ReplyDelete