article

Racun Pernikahan

06:21

 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Apakabar Para Da'I Ila Allah?

Pagi tadi, saya menerima bbm dari murid ngaji (mutarobbiyah), bahwa ia ingin minta saran dan konsultasi mengenai masalah yang sedang dialami oleh adiknya.

Saat ini adiknya, (akhwat) mengalami KDRT, dipukul sama suaminya, sampai biru-lebam wajahnya, dadanya sesak, ia selamat karena sembunyi dalam gorong-gorong, didepan rumahnya dan saat ini adiknya tersebut berkali-kali melakukan upaya bunuh diri, saking putus asanya..

Sedih..

Marah..

Dan bermacam perasaan bercampur! Berkecamuk..

Astagfirullah..

Pembaca, berbagai kisah dan kejadian nyata di atas membawa saya pada pembahasan penting yang ingin saya angkat pada topik kali ini, yaitu Racun Pernikahan, atau hubungan yang beracun (bermasalah).

Permasalahan antara suami-isteri bukan lagi sekadar persoalan biasa, tetapi mulai mengarah pada hal yang destruktif, bahkan saling menghancurkan. Biasanya toxic (racun) menjadi awal malapetaka keluarga yang bermuara pada perceraian.

Tujuh Ciri Pernikahan Yang Bermasalah

Menurut salah satu pakar hubungan, Marni Kinrys, ada beberapa ciri penting 'toxic' yang bisa terjadi dalam hubungan perkawinan. Ciri-ciri tersebut adalah:

1-Pertama, ketika masing-masing mulai sering saling menyerang.

Itu dilakukan sebagai bentuk pelampiasan ketidaksenangan, rasa frustrasi, ataupun kejengkelan yang selama ini ditumpuk. Kadang penyebab pertengkaran adalah hal sepele. Selama bertengkar, masing-masing merasa berada pada posisi yang benar.

2-Kedua, ketika Anda menjadi "harus" mulai ekstra hati-hati dengan apa yang anda ucapkan ataupun katakan.

Rumah, seharusnya menjadi tempat Anda bisa LEPAS berekspreasi, Anda tidak harus JAIM (jaga-image), dan berhati-hati mengungkapkan 'ekspresi' diri. Seperti takut mengekspresikan sesuatu, khawatir akan menjadi pemicu pertengkaran. Akibatnya, terjadi aksi diam.

Ketiga, ketika suami-isteri tidak lagi memberikan pujian ataupun dukungan, tetapi lebih banyak mencela. Dan lebih tragis lagi kalau mulai saling melakukan penghinaan satu sama lain.

Itulah alarm tanda bahaya. Alih-alih memberikan energi, justeru sebaliknya hubungan ini mulai banyak menghabiskan energi.

Keempat, ketika suami/isteri

mulai menjauhkan Anda dari mimpi, cita-cita, aktualisasi, ataupun sesuatu yang membuat Anda bermakna.

Setelah masa pernikahan sekian lama, justru Anda merasa semakin terpuruk atau semakin tak berkembang (potensinya). Hal ini juga berlaku kala Andapun takut melakukan sesuatu yang Anda sukai lantaran khawatir dengan pandangannya yang negatif.

Kelima, ketika suami/isteri mulai melakukan kebiasaan ataupun tindakan yang berlebihan, namun cenderung negatif.

Contohnya, ia mulai curiga secara berlebihan, ataupun cemburu secara berlebihan. Ingin tahu password emailnya, memeriksa HP nya, memeriksa dompetnya, dst..

Keenam, ketika suami/isteri mulai bersikap seenaknya, cuek, masa bodoh, bahkan tidak lagi menunjukkan penghargaan atas diri Anda.

Dia bahkan menganggap diri Anda sekan-akan tidak ada, sehingga cenderung berlaku semau gue, tanpa peduli perasaan Anda.

Ketujuh, ketika suami/isteri mulai membawa persoalan hubungan Anda ke depan umum, kepada keluarga ataupun teman-teman dekatnya.

Dalam status facebook, misalnya, hubungan: sdg krisis.. :( atau dalam lelucon dan perbincangan dengan teman dan keluarga, dia terang-terangan mulai menyerang dan mempersalahkan Anda. ◗

Tips Cara Mengatasi

Apa saja yang bisa dilakukan untuk mengatasi berkembangnya 'toxic' ini sebelum menjadi parah?

1. Ubah Diri Anda Dulu. You Go First!

Pepatah mengatakan "It takes two for Tango". Sesuatu tidak terjadi sendiri. Jadi, jangan-jangan, pemicu sikap buruk dari suami/isteri anda, berasal dari perilaku yang justru tidak Anda sadari. Coba cek, kalau perlu minta masukan dari teman-teman dekat soal sikap Anda yang berpotensi bikin masalah. Jangan-jangan kesalahan yang bisa dilihat oleh teman-teman Anda itulah juga yang Anda tunjukkan kepada partner (suami/isteri) Anda.

2. Padamkan Apinya Sebelum Besar

Jangan biarkan masalah jadi berlarut-larut. Saat Anda merasakan adanya ketidakwajaran dalam hubungan, cobalah berkata jujur. Beranikan diri untuk mengkonfrontasikan isunya sebelum masalah menjadi runyam. Memang hal ini terkadang tidak menyenangkan, tetapi harus dilakukan kalau Anda masih berminat menyelamatkan hubungan.

3. Fokus pada Perbuatan, Bukan Orangnya

Ketika bertengkar, seringkali yang diserang adalah ego ataupun pribadi pasangan. Itu tidak benar. Akibatnya, masalahnya yang sesungguhnya menjadi tidak pernah beres. Katakan padanya hal yang tidak Anda sukai serta bagaimana solusi yang Anda harapkan.

4. Tetapkan Hati untuk Melihat Perubahan

Intinya, pada saat pasangan diberi

masukan, mungkin akan membuat ia bereaksi secara berlebihan. Jika sudah demikian, jangan cepat menyerah. Kembalilah pada harapan dan keinginan Anda. Tetap ungkapkan dengan tegas, apa yang Anda harapkan darinya.

5. Lakukan Time Out

Ketika Anda sudah memberikan masukan tetapi tidak ada perubahan, mungkin saatnya Anda perlu memikirkan "time out" dalam hubungan Anda. Coba mencari waktu masing-masing untuk tidak kontak selama jangka waktu tertentu, bisa dari beberapa hari hingga minggu. Setelah itu, cobalah kontak dan tegaskan lagi keinginan Anda. Namun, jika pasangan ternyata menolak juga berubah, ada baik melibatkan pihak yang cukup netral untuk membantu.

6. Jangan Terburu-buru Cerai. Banyak orang yang memutuskan "cerai" sebagai solusi atas toxic pernikahan mereka. Tahukah Anda, fakta statistik dari University of Chicago mengatakan, orang yang bercerai kebanyakan tidaklah lebih bahagia setelah berpisah. Setelah itu, peluang terjadinya perceraian dalam pernikahan yang kedua juga menjadi semakin rentan.

Lebih jauh, Prof. Mavis Hetherington dari University of Virginia mengatakan bahwa 70 persen anak yang orangtuanya bercerai akan memutuskan perceraian sebagai solusi atas masalah pernikahan mereka kelak.

Jadi, perceraian tidak selalu jadi solusi.

Semoga Allah menjadikan keluarga kita, keluarga yang Sakinah-Mawaddah-Warohmah

Aamiin

Oleh: Eliyati Bahri

Sumber: Milis Du'at

Best Regards,
diniehz
www.dhzblog.com

You Might Also Like

4 comments

  1. subhanalloh,,, seneng bs nemu blok seperti ini kak..... sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  2. mantap mas infonya dan salam sukses

    ReplyDelete
  3. terimakasih bos buat infonya dan semoga bermanfaat

    ReplyDelete
  4. makasih gan infonya dan sangat menarik

    ReplyDelete